Penerapan Manajemen Stratejik dalam Organisasi non-Profit :Dewan Karya Pastoral Keuskupan Agung Semarang

20 09 2008

Orang mengatakan: “Gantungkan cita-citamu setinggi langit”. Kata-kata tersebut memiliki makna yang dalam yaitu bahwa setiap orang diajak untuk memiliki tujuan yang jauh ke depan. Setiap orang diajak untuk tidak hanya berhenti pada harapan dan keinginan sesaat yang tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas. Dengan kata lain orang diharapkan memiliki visi dalam kehidupannya. Namun demikian cita-cita yang tinggi itu tanpa penataan hidup dan usaha yang baik, cita-cita hanyalah mimpi di siang bolong.

Barangkali demikian itu yang diharapkan oleh manajemen stratejik terhadap perusahaan dan organisasi di dalam menjalankan kinerjanya. Perusahaan yang memiliki visi akan sangat membantu manajemen mengarahkan proses usahanya demi terwujudnya cita-cita tersebut. Oleh karena itu manajemen stratejik menawarkan sebuah metode pendekatan yang jika diterapkan besar kemungkinan visi yang dibuat dapat diwujudkan.

Tema tulisan ini berjudul: “Penerapan Manajemen Stratejik di Keuskupan Agung Semarang,” disajikan untuk memberi sumbangan pengalaman dalam menerapkan manajemen stratejik di Keuskupan Agung Semarang. Manajemen stratejik pada prinsipnya adalah manajemen bisnis pada umumnya, namun Keuskupan Agung Semarang mencoba menerapkan manajemen tersebut dalam mengelola karya pelayanannya. Sebagaimana harapan manajemen stratejik agar kinerja organisasi dapat berjalan ekonomis, efektif, dan efisien, Keuskupan Agung Semarang pun berharap demikian dalam menjalankan pelayanannya.

Selengkapnya baca di penerapan-management-stategik1




Site Meter








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.